Senin, 02 Desember 2013

Tugas Filsafat Pendidikan


Tugas Filsafat Pendidikan Sains

 





DOSEN PENGAMPU
PROF. DR. BELFERIK MANULLANG

MAHASISWA
HERLIYANDU SORAYA GULTOM
8 1 2 6 1 4 1 0 0 8
PENDIDIKAN KIMIA A

PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2012

Tugas Filsafat Pendidikan
1. Mengapa kehidupan manusia semakin kacau menurut kajian filosofis. Jelaskan menurut pandangan Suparlan.
Jawaban: Kehidupan manusia semakin kacau menurut kajian filosofis menurut pandangan Suparlan kerena sikap ego-oportunis materialistis yang begitu menghegemoni ruang kesadara dan pikiran manusia dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mencapai kebuasan nafsu kemanusiannya yang tidak terkendali. Kehidupan manusia cenderung tidak positip lagi mementingkan kehidupan pribadi (Individual) dan tidak bermanfaat bagi kehidupan secara universal.  Ilmu pengetahuan itu digunakan secara membabibuta demi kepuasan nafsu belaka, maka hal itu mengakibatkan kekacauan bagi kehidupan manusia dan sikap eksploitatif baik terhadap dirirnya sendiri, sesamanya, masyarakat, alam lingkungannya dan bahkan terhadap Tuhan Sang Pencipta sendiri.
2. Bandingkanlah orientasi hidup guru dengan orientasi kualitatif materialistik dan orientasi kualitatif spiritual menurut Suparlan
Jawaban: Orientasi hidup guru dengan orientasi kuantitatif materialistik adalah illmu pengetahuan yang disampaikan guru bersifat praktis dan teknis. Guru sebagai penyampai informasi dalam hal ini ilmu pengetahuan dan hanya sebatas itu. Seorang guru menyampaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya sebagai tanggung jawab dan selesai melakukan tanggungjawab guru mendapat imbalan (gaji) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu kebutuhan akan hal-hal atau barang-barang yang bersifat nyata, konkrit dan khusus.
Orientasi hidup guru dengan orientasi kualitatif spiritual adalah ilmu pengetahuan yang di sampaikan oleh guru sebagai seorang pendidik berdasarkan konsep-konsep dan teori-teori yang bersifat universal yang memiliki pandangan hidup. Seorang guru bukan hanya bertanggung jawab sebagai transfer ilmu pengetahuan tetapi memiliki tanggungjawab terhadap karakter dan etika moral siswa., sehingga ilmu pengetahuan yang dimilikinya/diterima bermanfaat dalam hal yang positip jika dikendarai dan dikerjakan oleh orang yang bertanggung jawab secara moral dan keilmuan untuk menyejahterahkan manusia.


3. Jelaskan tiga tingkatan berfikir ilmiah menurut Suparlan. Berikan contoh dan mana yang paling ideal.
Jawaban:  Tingkatan berfikir ilmiah menurut Suparlan:
1.  Pengetahuan Filosofis Substansial : Pengetahuan yang didasarkan pada pendekatan apakah ilmu pengetahuan itu?, yang membutuhkan jawaban berupa hakikat (isi arti hakiki) yaitu berupa pengetahuan substansial mengenai ilmu pengetahuan. Mempelajari segala macam jenis, bentuk dan sifat ilmu pengetahuan menurut segi yang paling hakiki.
2. Pengetahuan Ilmiah Teoritis : Untuk mencapai kebenaran yang objektif (ilmiah), metode dan sistem apa pun yang dipergunakan harus berdasar pada objek forma yang bersifat ontologis interdistpliner dan multidisipliner.
3. Pengetahuan Ilmiah Praktis : Ilmu pengetahuan merupakan sublimasi atau intisari dan berfungsi sebagai pengendali moral daripada pluralitas keberadaan ilmu pengetahuan. Filsafat ilmu pengetahuan berfungsi sebagai bidang studi filsafat praktis dan bersifat normatif, maka filsafat ilmu pengetahuan berkepentingan pada nilai kebenaran ilmiah dan kegunaannya.
Contoh: Handphone
              Berfiikir filosofis               : Barang elektronik telepon genggam
              Berfikir Teoritis                  : Alat komunikasi
              Berfikir Praktis                  : Gaya hidup
Yang paling ideal dari dari tingkatan berfikir tersebut adalah berfikir teoritis.
4. Jelaskan apabila manusia menjadi bagian dari masalah dan apabila menjadi solusi masalah menurut Sukidi.
Jawaban: Apabila manusia menjadi bagian dari masalah saat manusia mengalami krisis spritual, kegelisahan spritual, problem spritual. Tidak ada lagi hal  baik yang dilakukan dalam kehidupan. Justru sebaliknya lebih terbiasa dengan hal-hal yang buruk, hal itu menjadikan hidup kita terpental jauh kepinggiran eksistensi diri yang dalam bahasa teori keagamaan dinisbatkan dengan terpentalnya diri dari Tuhan. Saat kita sudah memutuskan hubungan diri dengan Tuhan, kita justru bangga dan bahkan sombong dengan kebangaan semu dan palsu.
Apabila manusia menjadi solusi dari masalah saat manusia saat manusia memanfaatkan hidupnya untuk melayani. Hidup bermakna menjadi visi hidup alternatif ditengah meluasnya problema-problema spiritual. Sikap dan perilaku memberikan pengaruh yang positip, yang dimulai dengan menertibkan hidup secara pribadi berdasarkan prinsip tunggal sehingga setiap perilaku sehat dan efektif. Jika hal ini dilakukan, maka akan mendapatkan respek dan menjadi seorang yang berpengaruh. Manusia spritual adalah buah dari produk kecerdasaan spiritual yang sukses membimbing hati manusia menjadi benar dan bercahaya, sehingga mewujud dalam perilaku arif dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.  Yang membedakan baik buruknya manusia adalah hatinya. Hati merupakan wadah bertemu dan terintegrasinya “realitas eksistensi material” dengan “ realitas spiritual” yang menjadi pusat diri dan pusat kecerdasan.
5. Jelaskan makna The Spirit of Goodness bagi seorang guru.
Jawaban: Guru adalah sebutan teladan bagi suatu proses. Dalam artian Guru dianggap memiliki karakter khusus dari antara profesi yang ada. The spririt of Goodness menurut saya merupakan nyawa dari peran guru itu sendiri khusunya dalam konteks proses pendidikan dalam rangka memanusiakan manusia untuk kemaslahatan. Sesuai dengan pandangan pendidikan di Indonesia Tut Wuri Handayani yaitu memberi kebebasan kepada yang diajar untuk berjalan di depan dengan tetap dituntun oleh guru dari belakang, merupakan satu gambaran sebuah kebijaksanaan yang turut memaknai guru adalah The Spirit of Goodness.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar