Tugas
Filsafat Pendidikan Sains
DOSEN PENGAMPU
PROF. DR. BELFERIK MANULLANG
MAHASISWA
HERLIYANDU SORAYA GULTOM
8 1 2 6 1 4 1 0 0 8
PENDIDIKAN KIMIA A
PROGRAM
PASCA SARJANA
UNIVERSITAS
NEGERI MEDAN
2012
Tugas
Filsafat Pendidikan
1. Mengapa kehidupan manusia
semakin kacau menurut kajian filosofis. Jelaskan menurut pandangan Suparlan.
Jawaban:
Kehidupan manusia semakin kacau menurut kajian filosofis menurut pandangan Suparlan kerena sikap ego-oportunis
materialistis yang begitu menghegemoni ruang kesadara dan pikiran manusia
dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan sebagai alat untuk mencapai kebuasan nafsu
kemanusiannya yang tidak terkendali. Kehidupan manusia cenderung tidak positip
lagi mementingkan kehidupan pribadi (Individual) dan tidak bermanfaat bagi
kehidupan secara universal. Ilmu
pengetahuan itu digunakan secara membabibuta demi kepuasan nafsu belaka, maka
hal itu mengakibatkan kekacauan bagi kehidupan manusia dan sikap eksploitatif
baik terhadap dirirnya sendiri, sesamanya, masyarakat, alam lingkungannya dan
bahkan terhadap Tuhan Sang Pencipta sendiri.
2. Bandingkanlah orientasi hidup
guru dengan orientasi kualitatif materialistik dan orientasi kualitatif
spiritual menurut Suparlan
Jawaban: Orientasi hidup guru dengan orientasi kuantitatif materialistik
adalah illmu pengetahuan yang disampaikan guru bersifat praktis dan teknis.
Guru sebagai penyampai informasi dalam hal ini ilmu pengetahuan dan hanya
sebatas itu. Seorang guru menyampaikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya
sebagai tanggung jawab dan selesai melakukan tanggungjawab guru mendapat
imbalan (gaji) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yaitu kebutuhan akan
hal-hal atau barang-barang yang bersifat nyata, konkrit dan khusus.
Orientasi
hidup guru dengan orientasi kualitatif spiritual
adalah ilmu pengetahuan yang di sampaikan oleh guru sebagai seorang pendidik
berdasarkan konsep-konsep dan teori-teori yang bersifat universal yang memiliki
pandangan hidup. Seorang guru bukan hanya bertanggung jawab sebagai transfer
ilmu pengetahuan tetapi memiliki tanggungjawab terhadap karakter dan etika
moral siswa., sehingga ilmu pengetahuan yang dimilikinya/diterima bermanfaat
dalam hal yang positip jika dikendarai dan dikerjakan oleh orang yang
bertanggung jawab secara moral dan keilmuan untuk menyejahterahkan manusia.
3. Jelaskan tiga tingkatan berfikir
ilmiah menurut Suparlan. Berikan contoh dan mana yang paling ideal.
Jawaban: Tingkatan berfikir ilmiah menurut Suparlan:
1. Pengetahuan Filosofis Substansial :
Pengetahuan yang didasarkan pada pendekatan apakah ilmu pengetahuan itu?, yang
membutuhkan jawaban berupa hakikat (isi arti hakiki) yaitu berupa pengetahuan
substansial mengenai ilmu pengetahuan. Mempelajari segala macam jenis, bentuk
dan sifat ilmu pengetahuan menurut segi yang paling hakiki.
2.
Pengetahuan Ilmiah Teoritis : Untuk mencapai kebenaran yang objektif (ilmiah),
metode dan sistem apa pun yang dipergunakan harus berdasar pada objek forma
yang bersifat ontologis interdistpliner dan multidisipliner.
3.
Pengetahuan Ilmiah Praktis : Ilmu pengetahuan merupakan sublimasi atau intisari
dan berfungsi sebagai pengendali moral daripada pluralitas keberadaan ilmu pengetahuan.
Filsafat ilmu pengetahuan berfungsi sebagai bidang studi filsafat praktis dan
bersifat normatif, maka filsafat ilmu pengetahuan berkepentingan pada nilai
kebenaran ilmiah dan kegunaannya.
Contoh:
Handphone
Berfiikir filosofis : Barang elektronik telepon
genggam
Berfikir Teoritis :
Alat komunikasi
Berfikir Praktis : Gaya hidup
Yang
paling ideal dari dari tingkatan berfikir tersebut adalah berfikir teoritis.
4. Jelaskan apabila manusia menjadi
bagian dari masalah dan apabila menjadi solusi masalah menurut Sukidi.
Jawaban: Apabila manusia menjadi bagian dari masalah
saat manusia mengalami krisis spritual, kegelisahan spritual, problem spritual.
Tidak ada lagi hal baik yang dilakukan
dalam kehidupan. Justru sebaliknya lebih terbiasa dengan hal-hal yang buruk,
hal itu menjadikan hidup kita terpental jauh kepinggiran eksistensi diri yang
dalam bahasa teori keagamaan dinisbatkan dengan terpentalnya diri dari Tuhan.
Saat kita sudah memutuskan hubungan diri dengan Tuhan, kita justru bangga dan
bahkan sombong dengan kebangaan semu dan palsu.
Apabila
manusia menjadi solusi dari masalah saat manusia saat
manusia memanfaatkan hidupnya untuk melayani. Hidup bermakna menjadi visi hidup
alternatif ditengah meluasnya problema-problema spiritual. Sikap dan perilaku
memberikan pengaruh yang positip, yang dimulai dengan menertibkan hidup secara
pribadi berdasarkan prinsip tunggal sehingga setiap perilaku sehat dan efektif.
Jika hal ini dilakukan, maka akan mendapatkan respek dan menjadi seorang yang
berpengaruh. Manusia spritual adalah buah dari produk kecerdasaan spiritual
yang sukses membimbing hati manusia menjadi benar dan bercahaya, sehingga
mewujud dalam perilaku arif dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Yang membedakan baik buruknya manusia adalah
hatinya. Hati merupakan wadah bertemu dan terintegrasinya “realitas eksistensi
material” dengan “ realitas spiritual” yang menjadi pusat diri dan pusat
kecerdasan.
5. Jelaskan makna The Spirit of
Goodness bagi seorang guru.
Jawaban:
Guru adalah sebutan teladan bagi suatu proses. Dalam artian Guru dianggap
memiliki karakter khusus dari antara profesi yang ada. The spririt of Goodness
menurut saya merupakan nyawa dari peran guru itu sendiri khusunya dalam konteks
proses pendidikan dalam rangka memanusiakan manusia untuk kemaslahatan. Sesuai
dengan pandangan pendidikan di Indonesia Tut Wuri Handayani yaitu memberi
kebebasan kepada yang diajar untuk berjalan di depan dengan tetap dituntun oleh
guru dari belakang, merupakan satu gambaran sebuah kebijaksanaan yang turut
memaknai guru adalah The Spirit of Goodness.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar