Minggu, 17 November 2013

praktikum

Foto1633Foto1632Foto1618Foto1603Foto1586Foto1580
Foto1606

praktikum, a set on Flickr.

sorayaherli's photostream

Foto1633Foto1632Foto1618Foto1603Foto1586Foto1580
Foto1606Foto116429224_119724028051670_457640_n

praktikum :-)


Kimiawan yang Berjasa

Le Chatelier, llmuwan Kesetimbangan

Berbicara tentang kesetimbangan kimia, tidak akan lepas dari pembicaraan mengenaiLe Chatelier. Siapakah dia??
Nama lengkapnya Henry Louis Le Chatelier. Ia lahir di Paris, Prancis, tanggal 8 Oktober 1850. Ayahnya seorang arsiktek dan insiyur. Dari ayahnyalah Le Chatelier kali pertaman belajar kimia dan Matematika. Adapun ibunya mengajarkan Le Chatelier mengenai kedisiplinan, seni, puisi dan sastra.
Le Chatelier tidak hanya belajar teori. Dia memadukan antara teori dan praktek. Di sela-sela kesibukannya belajar di sekolah formal. Le Chatelier membantu ayahnya membuat aluminium sehingga memperoleh banyak informasi tentang ilmu logam (metalurgi). Setelah menyelesaikan pendidikan formal di The Ecole Polytechnique, The Ecole des Mines dan The College de France, Le Chatelier bekerja sebagai inspektur Jendral di industri pertambangan. Dua tahun kemudian, Le Chatelier ditawari jabatan professor di The Ecole des Mines. Beliau menerima tawaran tersebut dengan senang hati.

Fokus Kimia
Mengapa Asap Rokok Berbahaya???
Jika Anda perhatikan iklan rokok di televise, majalah, surat kabar, poster dan baligo dipinggir jalan, bahkan dibungkus rokok sendiri, Anda dapat membaca tulisan “Peringatan Pemerintah; Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, impotensi, ganggua Kehamilan dan janin.
Rokok bukan hanya merugikan perokok, melainkan orang yang tidak merokok pun akan terkena bahaya rokok jika menghirup asap rokok. Orang tersebut dinamakan perokok pasif . Berdasarkan penelitian, perokop pasif yang mederita akibat asap rokok sepuluh kali lebih banyak daripada perokok aktif. Taukah anda mengapa asap rokok Berbahaya??
Salah satu penyebabnya adalah gas karbon monoksida (CO) yang terkandung didalam asap rokok. Gas CO sangat beracun dan dapat bereaksi dengan haemoglobin (Hb). Reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut.
Hb + CO↔ HbCO
Di dalam darah, haemoglobin mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel tubuh.
Hb + O2 ↔ HbO2
Gas CO dan O2 bersaing agar dapat bereaksi dengan haemoglobin. Persaingan ini dimenangkan oleh gas CO kerena tetapan kesetimbangan kimia HbCO lebih besar daripada tetapan kesetimbangan kimia HbO2. Dengan konsentrasi yang sedikit, gas CO dapat melepaskan O2 dari HbO2
HbO2    + CO↔ HbCO + O2
Jadi, jika Anda menghirup asap rokok, gas O2 yang seharusnya dialirkan dari paru-paru ke seluruh tubuh akan digantikan oleh gas CO yang beracun dan berbahaya bagi kesehatan.    
 
 
Ketika Manusia Harus Bernapas di Dataran Tinggi
Ketika sudah mencapai ketinggian, pendaki gunung seringkali merasa cepat kehabisan napas sehingga harus beristirahat setiap beberapa menit. Selain itu, pendaki juga sering menghadapi gangguan sakit kepala, kelelahan, bahkan mual. Semua itu  merupakan gejala kekurangan oksigen (hipoksia).
Tubuh mendapatkan oksigen dari pernapasan yang diikat oleh haemoglobin di dalam darah.
Hb(aq)  + O2(aq)  ↔   HbO2 (aq)
Oksihaemoglobin (HbO2) mengantarkan oksigen ke seluruh jaringan.
Pada Ketinggian  3.000 meter, tekanan parsial O2 hanya 0,14atm. Dibandingkan tekanan parsial di permukaan laut (0,2 atm) berarti konsentrasi O2 di udara lebih kecil. Menurut Asas Le Chatelier, penurunan konsentrasi oksigen akan berkurang. Akibatnya, pasokan oksigen ke jaringan akan berkurang pula. Pada kondisi ini, aktivitas tubuh tidak berjalan normal.  

sorayaherli's photostream

Foto116429224_119724028051670_457640_n

hubung2kan :-)