praktikum, a set on Flickr.
Minggu, 17 November 2013
Kimiawan yang Berjasa
Le Chatelier, llmuwan Kesetimbangan
Berbicara tentang kesetimbangan kimia, tidak
akan lepas dari pembicaraan mengenaiLe
Chatelier. Siapakah dia??
Nama lengkapnya Henry
Louis Le Chatelier. Ia lahir di
Paris, Prancis, tanggal 8 Oktober 1850. Ayahnya seorang arsiktek dan insiyur. Dari
ayahnyalah Le Chatelier kali pertaman belajar kimia dan Matematika.
Adapun ibunya mengajarkan Le Chatelier mengenai kedisiplinan, seni, puisi dan sastra.
Le Chatelier tidak hanya belajar teori. Dia
memadukan antara teori dan praktek. Di sela-sela kesibukannya belajar di
sekolah formal. Le Chatelier membantu ayahnya membuat aluminium sehingga
memperoleh banyak informasi tentang ilmu logam (metalurgi). Setelah menyelesaikan
pendidikan formal di The Ecole Polytechnique, The Ecole des Mines dan The
College de France, Le Chatelier bekerja sebagai inspektur Jendral di industri
pertambangan. Dua tahun kemudian, Le Chatelier ditawari jabatan professor di
The Ecole des Mines. Beliau menerima tawaran tersebut dengan senang hati.
Fokus Kimia
Mengapa Asap Rokok Berbahaya???
Jika Anda perhatikan iklan rokok di televise,
majalah, surat kabar, poster dan baligo dipinggir jalan, bahkan dibungkus rokok
sendiri, Anda dapat membaca tulisan “Peringatan
Pemerintah; Merokok dapat menyebabkan Kanker, serangan Jantung, impotensi,
ganggua Kehamilan dan janin.
Rokok bukan hanya merugikan perokok, melainkan
orang yang tidak merokok pun akan terkena bahaya rokok jika menghirup asap
rokok. Orang tersebut dinamakan perokok
pasif . Berdasarkan penelitian, perokop pasif yang mederita akibat asap
rokok sepuluh kali lebih banyak
daripada perokok aktif. Taukah anda mengapa asap rokok Berbahaya??
Salah satu penyebabnya adalah gas karbon
monoksida (CO) yang terkandung didalam asap rokok. Gas CO sangat beracun dan
dapat bereaksi dengan haemoglobin (Hb). Reaksinya dapat dituliskan sebagai
berikut.
Hb
+ CO↔ HbCO
Di dalam darah,
haemoglobin mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel tubuh.
Hb
+ O2 ↔ HbO2
Gas CO dan O2
bersaing agar dapat bereaksi dengan haemoglobin. Persaingan ini dimenangkan
oleh gas CO kerena tetapan kesetimbangan kimia HbCO lebih besar daripada
tetapan kesetimbangan kimia HbO2. Dengan konsentrasi yang sedikit,
gas CO dapat melepaskan O2 dari HbO2
HbO2
+ CO↔ HbCO + O2
Jadi, jika Anda
menghirup asap rokok, gas O2 yang seharusnya dialirkan dari
paru-paru ke seluruh tubuh akan digantikan oleh gas CO yang beracun dan
berbahaya bagi kesehatan.
Ketika Manusia Harus
Bernapas di Dataran Tinggi
Ketika sudah mencapai ketinggian, pendaki gunung seringkali
merasa cepat kehabisan napas sehingga harus beristirahat setiap beberapa menit.
Selain itu, pendaki juga sering menghadapi gangguan sakit kepala, kelelahan,
bahkan mual. Semua itu merupakan gejala
kekurangan oksigen (hipoksia).
Tubuh mendapatkan oksigen dari pernapasan yang diikat oleh
haemoglobin di dalam darah.
Hb(aq) + O2(aq) ↔ HbO2 (aq)
Oksihaemoglobin (HbO2) mengantarkan oksigen ke seluruh
jaringan.
Pada Ketinggian 3.000 meter, tekanan parsial O2
hanya 0,14atm. Dibandingkan tekanan parsial di permukaan laut (0,2 atm)
berarti konsentrasi O2 di udara lebih kecil. Menurut Asas Le
Chatelier, penurunan konsentrasi oksigen akan berkurang. Akibatnya, pasokan
oksigen ke jaringan akan berkurang pula. Pada kondisi ini, aktivitas tubuh
tidak berjalan normal.
Jumat, 15 November 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
.jpg)